UJI POTENSI ANTIDIABETIK EKSTRAK BUNGA PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP MENCIT JANTAN Balb/C YANG DIINDUKSI STREPTOZOCIN (STZ)

Wahyuni Wahyuni, Muhammad Ilyas, Rohana Agusraeni

Sari


Bunga pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, steroid-triterpenoid yang dapat berperan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetik ekstrak bunga pepaya (Carica papaya L.) terhadap mencit jantan Balb/C yang diinduksi streptozotocin. Mencit dibuat model diabetes dengan diinduksi streptozotocin dengan dosis 150 mg/kg BB. Sebanyak 75 ekor mencit dibagi 5 kelompok secara homogen, yang terdiri dari kelompok dosis 200 mg/kg BB, kelompok dosis 400 mg/kg BB, kelompokdosis 500 mg/kg BB, kelompok kontrol negatif (Na. CMC) dan kelompok kontrol positif (glibenklamid).Mencit diberi perlakuan secara oral perhari selama 7 hari. Kadar glukosa darah diukur menggunakan photometer 5010V5+.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dosis memiliki potensi antidiabetik, dan pada ekstrak bunga pepaya dengan dosis 400 mg/kg BB dan dosis 500 mg/kg BB memilikiefek yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (glibenklamid).

Kata Kunci


Bunga pepaya, antidiabetik, kadar glukosa darah puasa, photometer 5010V5+

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arif M, Kuspuji T, Rakhmi S, Wahtu IW, Wiwiek S, Anantha DT. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-3. Jakarta : Media Aesculapius, hal:581-6.

International Diabetes Asociation. 2015. IDF Diabetes Atlas Seven Edition (15).

Taylor, Barbara. 2009. Diabetes Tak Bikin Lemes. Yogyakarta: Paradigma Indonesia.

Sukandar Elin Yulinah, Andrajati Retnosari, Sigit Joseph, Adnyana I Ketut, Setiadi Adji Prayitno, Kusnandar. 2013. Iso Farmakoterapi I. Jakarta : Isfi Penerbitan

Hariana, Arief. 2013. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Khomsan, Ali. 2009. Rahasia Sehat Dengan Makanan Berkhasiat. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Indrawati Yenny, Kosasih P, Soediro Soetarno, Asep Gana S. 2002. Telaah Fitokimia Bunga Pepaya Gantung (Carica papaya L.) dan Uji Aktivitas Antioksidannya. Sekolah Farmasi ITB. http://bahan-alam.fa.itb.ac.id.Diakses tanggal 23 Maret 2017.

Sitorus, Wahyudin. 2012. Uji Antimutagenik Ekstrak Etanol Bunga Jantan Pepaya (Carica papaya L.) Pada Mencit Jantan Yang Diinduksi Dengan Siklosfosfamid. Medan: Universitas Sumatera Utara

Sholhah, Al Fiatus, Tjandrakirana, Qomariyah Nur. 2013. Pengaruh Pemberian Kombinasi Biji Alpukat (Persea americana) dan Biji Pepaya (Carica Papaya) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya

Fakeye, Oladipupo, Showande, Ogunremi. 2007. Effects of Coadministration of Extract of Carica papaya Linn. (family Caricaceae) on Activity of Two Oral Hypoglycemic Agents. Nigeria: Faculty of Pharmacy University of Benin

Vankateshwarlu, Dileep, Reddy Rakesh Kumar, Sandhya. 2013. Evaluation Of Antidiabetic Activity Of Carica Papaya Seeds On Streptozotocin-Induced Type-II Diabetic Rats. India: Faculty Departement of Pharmacology Vaagdevy College of Pharmacy Hanamkonda.

Depkes RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Dirjen POM.

Dahlan, M.S. 2011. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehan. Jakarta: Salemba Medika.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung : ITB.

Depkes RI. 2014. Pengendalian Mutu Simplisia dan Ekstrak Tanaman Obat. Jakarta: Kemenkes. [email protected], diakses tanggal 24 Mei 2017.

Kristanti, A.N.N.S. Amina, M. Tanjung dan B. Kurniadi. 2008. Buku Ajar Fitokimia. Surabaya: Airlangga University Press.

Saifudin, Azizi. 2011. Standarisasi Bahan Obat Alam. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Pitt, J I. 2000.Toxigenic Fungi and Mycotoxins. Australia. British Medical Bulletin.

Isnawati, A., dan Arifin K.M., 2006. Karakterisasi Daun Kembang Sungsang (Gloria superba L.) Dari Aspek Fitokimia. Media Litbang Kesehatan, 16(4), 8-14.

Depkes RI., 2009. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 261/MENKES/SK/VII/1994 tentang Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Arts CI, Hollman CP. Polypnenol and Disease Risk in Epidemiologic Studies. The American Journal of Clinical Nutrition. 2005; 81: 317-25.

Graf BA, Milbury PE, Blumberg JB. Flavonols, flavones, flavonones and human health: epidomiological evidence. Journal of medicinal food. 2005;8:281-90.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

 

P-ISSN: 2621-3184; E-ISSN: 2621-4032

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 

<div class="statcounter"><a title="real time web analytics" href="http://statcounter.com/" target="_blank"><img class="statcounter" src="//c.statcounter.com/11688869/0/72862822/0/" alt="real time web analytics"></a></div> View My Stats