STUDI PREFORMULASI KELARUTAN MINYAK ATSIRI MASOYI (Massoia aromatica Becc.) dalam SELF-MICROEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SMEDDS)

  • Devilke Yandriyani Universitas Ma Chung
  • Eva Monica Universitas Ma Chung
  • Rollando Rollando Universitas Ma Chung
  • Hendry Setiawan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung
  • Rehmadenta Sitepu Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung
Keywords: SMEDDS masoyi, essential oils (Massoai aromatica Becc.), Candida albicans, anti-fungal

Abstract

Self-Emulsifying Drug Delivery System (SEDDS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperbaiki bioavailabilitas obat yang memiliki kelarutan dan absorpsi buruk dan biasanya digunakan untuk bahan aktif yang termasuk dalam BCS kelas II. Formulasi Self-Microemulsifying Drug Delivery System (SMEDDS) menggunakan beberapa komponen minyak, surfaktan, dan kosurfaktan. Parameter yang digunakan dalam formulasi meliputi studi kelarutan, penetapan kandungan lakton, skrining surfaktan dan kosurfaktan serta diagram fase pseudoterner. Komponen surfaktan, kosurfaktan dan minyak yang dipilih yaitu tween 80, PEG 400 dan minyak jarak. Formula Self-Microemulsifying Drug Delivery System (SMEDDS) terdiri dari 60% surfaktan dan kosurfaktan (4:1), 30% minyak jarak dan 10% minyak masoyi (Massoia aromatica Becc.).

References

Ajay, K,, Sharma, S., Kamble, R., 2010. Self Emulsifying Drug Delivery System (SEDDS): Future Aspects. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 2(4): 7-13.

Bafadal, M., 2016. Efek Minyak Masoyi (Massoia aromatica Becc.) Terhadap Kultur Multispesies Biofilm. Tesis. Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Bhupinder, M., GS, R., BS, B., Sandeep, K., 2013. Self Emulsified Drug Delivery System for the Enhancemend of Oral Bioavailability of Poorly Water Soluble Drugs. International Journal of Advances in Pharmacy, Biology and Chemistry. 2(3): 427-436.

Cuesta, C.G., Perez, M.G.S., dan Bagan, J.V., 2014. Current Treatment of Oral Candidiasis: A Literature Review. Journal of Clinical and Experimental Dentistry. 6(5): e576-e582.

Hakim, L. dan Ramadhian, R., 2015. Kandidiasis Oral. Majority. 4(9): 53-57.

Pubchem, 2005. Massoia Lactone (Online). Tersedia: https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Massoia_lactone#section=Top, diakses tanggal 28 Januari 2018.

Soetjipto, H., Martono, Y. dan Lestari, F.I., 2011. Identifikasi Senyawa dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Masoi (Cryptocarya massoia).

Vigon, 2017. 500477 Massoia Lactone (Online). Tersedia: https://www.vigon.com/product/massoia-lactone/?doc=MSDS/500477_vigon_sds_us_english.pdf&namee=MassoiaLactoneSDS, diakses tanggal 28 Januari 2018.

Wankhade, V.P., Kale, N.S. dan Tapar, K.K., 2014. Self Microemulsifying Nutraceutical and Drug delivery System. International Journal of Pharmaceutical Sciences adn nanotechnology. 7 (3): 2520-2528.

Published
2019-05-29
How to Cite
1.
Yandriyani D, Monica E, Rollando R, Setiawan H, Sitepu R. STUDI PREFORMULASI KELARUTAN MINYAK ATSIRI MASOYI (Massoia aromatica Becc.) dalam SELF-MICROEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SMEDDS). JIFI [Internet]. 29May2019 [cited 8Dec.2019];2(1):64-. Available from: http://jiis.akfar-isfibjm.ac.id/index.php?journal=JIFI&page=article&op=view&path[]=254
Section
Articles