HUBUNGANPEMBERIAN IMUNISASI BACILLE CALMETTE GUERIN (BCG) TERHADAP FAKTOR KEJADIAN TUBERCULOSIS (TB) PARU BALITA DI KLINIK DEGRITHA BANJARBARU

  • Sari Wahyunita STIKES Borneo Lestari Banjarbaru
  • Eny Hastuti Program Studi SI Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru
  • Arif Fauzi Program Studi SI Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru
Keywords: BCG immunization, incidence, Toddler Pulmonary Tuberculosis

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis by transmission through patients when coughing or sneezing in the form of droplets. The data of DepKes RI (2018) prevalention of tuberculosis in South Kalimantan there are 210 cases (10.08%). One effort to reduce the prevalence of tuberculosis in infants and children is BCG immunization. The study aimed to determine the relationship of BCG immunization to the incidence of pulmonary tuberculosis in Banjarbaru Degritha Clinic. The research method by observasional deskriptive analysis with cross-sectional approach. The result of this research was shown the incidence number of pulmonary tuberculosis in Banjarbaru Degritha Clinic against the group with given BCG immunization as 7 people (16.3%) while the group with not given BCG immunization as 40 people (93%). The Chi-Square test results show a significant relationship between BCG immunization and the incidence of pulmonary tuberculosis in Banjarbaru Degritha Clinic.

References

Badan Pemberantasan Dan Pencegahan World Health Organization. 2011. Early Chilhood Development. The Netherlands: WHO

Penyakit Menular. 2016. Data TB Paru. Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.Apriliasari, R., R. Hestiningsih., Martini., A. dan Udiyono. 2018. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Pada Anak (Studi Di Seluruh Puskesmas Di Kabupaten Magelang).Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 6: 299.

Badan Pemberantasan Dan Pencegahan Penyakit Menular. 2016. Data TB Paru. Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.

Kemenkes RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia

Kemenkes RI. 2018. Infodatin. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Direktorat Jenderal Bina Farmasi Komunitas & Klinik. 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal P2M dan PLP. 2011. Strategi Nasional Pengendalian Tuberkulosis Paru di Indonesia 2010-2014. Ditjen P2M dan PLP, Jakarta.

Febrian, A.M. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Anak Di Wilayah Puskesmas Garuda Kota Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan. 3: 65-67.

Arikunto, S. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Rineka Cipta, Jakarta.

Danusantoso, 2012. Buku Saku Ilmu Penyakit Paru Edisi II. Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Darliana, D. 2010. Manajemen Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal PSIK-FK Unsyiah. 2: 27-31.

Halim, R. Naning, D. B. Satrio. 2015. Faktor Resiko Kejadian TB Paru Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Kabupaten Kebumen. Jurnal

Rachim, R. D. A. 2014. Hubungan Pemberian Imunisasi BCG Dengan Kejadian Tuberkulosis Pada Anak Di Puskesmas Pandian Kabupaten Sumenep. 10 : 111-112.

Nunkaidah, M., H. Lestari., J. R. dan Afa. 2017. Prevalensi Resiko Kejadian Tuberculosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) Di Kabupaten Muna Tahun 2013-2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2: 3-4.

Rachim, R. D. A. 2014. Hubungan Pemberian Imunisasi BCG Dengan Kejadian Tuberkulosis Pada Anak Di Puskesmas Pandian Kabupaten Sumenep. 10 : 111-112.

Triana, Vivi. 2016. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 10: 127-133

Apriliasari, R., R. Hestiningsih., Martini., A. Udiyono. 2018. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Pada Anak (Studi Di Seluruh Puskesmas Di Kabupaten Magelang).Jurnal Kesehatan Masyarakat (eJournal). 6: 299.

Febrian, A.M. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Anak Di Wilayah Puskesmas Garuda Kota Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan. 3: 65-67.

Tjahajati, I. 2007. Vaksinasi BCG Meningkatkan Aktivitas Makrofag dalam Sekresi Reactive Oxygen Intermediete (ROI) pada Anjing yang Diinfeksi Mycobacterium tuberculosis. 23: 2-7.

Ramadhayanti, D. A., K. Cahyo., L. Widagdo. 2018. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan Kejadian Drop out Tuberkulosis Pada Keluarga Di Seluruh Wilayah Kerja Puskesmas Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 6: 163.

Rinanda, Tristia. 2015. Kajian Molekuler Mekanisme Resistensi Mycobacterium Tuberculosis. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 15: 163-164.

Soeyitno, H., S.R.S. Hadinegoro., I.G.N. Ranuh., C. Kartasasmita. 2001. Buku Imunisasi Di Indonesia edisi pertamaā€¯ Satgas Imunisasi-Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta.

Published
2020-05-30
How to Cite
1.
Wahyunita S, Hastuti E, Fauzi A. HUBUNGANPEMBERIAN IMUNISASI BACILLE CALMETTE GUERIN (BCG) TERHADAP FAKTOR KEJADIAN TUBERCULOSIS (TB) PARU BALITA DI KLINIK DEGRITHA BANJARBARU. JIFI [Internet]. 30May2020 [cited 16Jul.2020];3(1):154 -161. Available from: http://jiis.akfar-isfibjm.ac.id/index.php?journal=JIFI&page=article&op=view&path[]=475