FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL LENDIR BELUT (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR

  • Fathnur Sani K. Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
  • Agung Giri Samudra Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
  • Enda Oktri Mayora Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu

Abstract

Lendir belut (Monopterus albus) mengandung senyawa bioaktif seperti glikoprotein, lectin, hemaglutinin dan hemolysin yang dikeluarkan melalui kelenjar mucus dari kulit belut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel lendir belut serta menguji efektivitasnya. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorik rancangan acak terkontrol menggunakan 5 hewan uji kelinci jantan (Orytolagus cuniculus) dengan 5 kelompok perlakuan, yaitu pengolesan gel lendir belut (Monopterus albus) konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%, kontrol negatif menggunakan aquadest, kontrol positif menggunakan bioplacenton 0,1 gram. Data diameter luka dianalisa secara statistik menggunakan Anova satu arah. Hasil penelitian telah didapatkan empat fomula yaitu F0, F1, F2, F3. Setelah dilakukan uji evaluasi pada sediaan gel, hasil yang terbaik yaitu pada F3, karena memiliki daya sebar yang lebih luas dibandingkan formula lainnya. Hasil uji Anova didapatkan nilai yang signifikan antara kelompok perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,005), dimana F3 merupakan dosis terbaik dengan persentase penyembuhan luka 94,79%, diikuti dengan F2 dan F1.

References

Agung, S. 2016. Pengaruh Lendir Belut (Monopertus albus) terhadap Jumlah Pembuluh Darah pada Penyembuhan Luka Sayatan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Astwan, M., 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-Bijian. Swadaya. Jakarta.

Church, D., Elsayed, S., Reid, o., Winston, B. And Lindsay, R. (2006), Brun Wound Infection, Clin. Microboil. Rev., 19(2):403-434.

Damin, S., 2008. Buku Panduaan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata I fakultas Bioksakta. Jakarta: ECG.

David, S., 2008. Anatomi Fisiologi Kulit dan Penyembuhan Luka, Dalam : Surabaya Plastic Surgery.:http//surabayaplasticsurgery.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 20 Juli 2017).

Djajadisastra, J., Mun’im, A., Desi, N. P., 2009, Formulasi Gel Topikal Dari Ekstrak Nerii folium Dalam Sediaan Antijerawat, Jurnal Farmasi Indonesia 4 (4) : 210-216.

Edwards, J. Vincent., Buschle-Diller., Gisela And Goheen, Steven C., 2006. Modified Fibers with Medical and Specialty. Springer. Netherlands.

Hermawan, I. 2010. Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit. Jakarta: Penerbit ArgoMedia Pustaka.

Kristanto, H. 2005. Perbedaan Efektivitas Perawatan Luka Bakar Derajat II Dengan lendir Lidah Buaya (Aloe Vera) Dibandingkan Dengan Cairan Fisiologi ( Normal Saline 0,9%) Dalam Mempercepat Proses Pembuhan. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Malang.

Majid, A. dan Agus S.P., 2013. Buku Pintar Perawatan Pasien Luka Bakar. Penerbit: Gosyen Publishing. Yogyakarta.

Sayuti, N. A. 2015. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina ( Cassia alata L. ). Jurusan Jamu, Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Setiawan, A. 2016. Pengaruh Lendir Belut (Monopertus albus) terhadap Jumlah Pembuluh Darah pada Penyembuhan Luka Sayatan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Suardi, M., Armenia, dan Anita, M., 2008. Formulasi dan Uji Klinik Gel Anti Jerawat Benzoil Peroksida-HMPC. Sripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Udayana Denpasar.

WHO. 2012. Burn. Media Centre Burn. mailto:. diakses 4 Januari 2014.

Witte, Maria B., Barbul, Adrian., 2002. Role of nitric oxide in wound repair. The American Jornal of Surgery.

Published
2018-10-31
How to Cite
Sani K., F., Samudra, A., & Mayora, E. (2018). FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL LENDIR BELUT (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3(2), 186 - 194. Retrieved from http://jiis.akfar-isfibjm.ac.id/index.php?journal=JIIS&page=article&op=view&path[]=129
Section
Artikel