POTENSI ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT BATANG Bauhinia semibifida Roxb

  • Haiyul Fadhli Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau
  • Ainun Nurain Nurdin Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau
  • Melzi Octaviani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit batang pohon kupu-kupu (Bauhinia semibifida Roxb) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit batang pohon kupu-kupu (Bauhinia semibifida Roxb) terhadap radikal bebas. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol dari kulit batang pohon kupu-kupu dan sebagai kontrol pembanding digunakan Vitamin C. Pengujian berdasarkan absorban DPPH terhadap ekstrak pada panjang gelombang 517 nm menggunakan microplate reader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana kulit batang pohon kupu-kupu memiliki nilai IC50 137 µg/mL dengan nilai AAI <0,5 dan dikategorikan lemah, nilai IC50 ekstrak etil asetat 30,15 µg/mL dengan nilai AAI 1,32 dan dikategorikan kuat dan ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 16 µg/mL dengan nilai AAI sebesar 2,5 yang dikategorikan sangat kuat. Hal itu menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang pohon kupu-kupu (Bauhinia semibifida Roxb) mempunyai aktivitas sebagai antioksidan yang sangat kuat dibandingkan dengan ekstrak lainnya.

References

Anonim. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Boonphong, S., Puangsombat, P., Baramee, A., Mahidol, C., Ruchirawat, S., & Kittakoop, P. (2007). Bioactive Compounds from Bauhinia purpurea Possessing Antimalarial, Antimycobacterial, Antifungal, Anti-inflammatory, and Cytotoxic Activities. Journal of Natural Products, 70(5), 795–801.

Fadhli, H., Soeharto, A. B. R., & Windarti, T. (2018). Uji Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Pulasan (Nephelium mutabile Blume) dan Bunga Turi Putih (Sesbania grandiflora) dengan Metoda DPPH. Jurnal Katalisator, 3(2), 114–124.

Fitmawati, F., Sofiyanti, N., Roza, R. M., Isnaini, I., Irawan, Y. R., Winata, D. R., & Dewi, A. P. K. (2017). Antioxidant Activity of Dominant Plants Species in Obat Pahit from Lingga Malay Ethnic in Riau Archipelago. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 9(2), 325–331. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v9i2.9808

Ham, B. M., & Maham, A. (2016). Analytical Chemistry : A Chemist And Laboratory Technician’s Toolkit. Canada: John Wiley.

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Ed.) (3 ed.). Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Molyneux, P. (2004). The Use of the Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(2), 211–219. https://doi.org/10.1287/isre.6.2.144

Prior, R., Wu, X., & Kschaich, K. (2005). Standardized Methods for the Determination of Antioxidant Capacity and Phenolics in Foods and Dietary Supplements. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(10), 4290–4302. https://doi.org/10.1021/jf0502698

Scherer, R., & Godoy, H. T. (2009). Antioxidant Activity Index (AAI) by the 2 ,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl Method. food chemistry, 112(3), 654–658. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2008.06.026

Tanjung, M., & Tjahjandarie, T. S. (2014). Flavonoids from the Stem Bark of Bauhinia semibifida L. Der Pharmacia Lettre, 6(6), 434–438.

Vasić, S. M., Stefanović, O. D., Ličina, B. Z., Radojević, I. D., & Čomić, L. R. (2012). Biological Activities of Extracts from Cultivated Granadilla Passiflora alata. EXCLI Journal, 11, 208–218.

Yadava, R. N., & Tripathi, P. (2000). A Novel Flavone Glycoside from the Stem of Bauhinia purpurea. Fitoterapia, 71(1), 88–90. https://doi.org/10.1016/S0367-326X(99)00114-8

Published
2019-03-31
How to Cite
Fadhli, H., Nurdin, A., & Octaviani, M. (2019). POTENSI ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT BATANG Bauhinia semibifida Roxb. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 77 - 87. https://doi.org/10.36387/jiis.v4i1.257
Section
Artikel