PENGARUH PEMBERIAN PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN KONSELING TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH IDAMAN BANJARBARU

  • Satrio Wibowo Rahmatullah STIKES BORNEO LESTARI
  • Ika Maulida Nurrahma Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari
  • Adnan Syahrizal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari
Keywords: drug information service, counseling, compliance

Abstract

Compliance to achieve treatment success can be improved by providing drug information services (PIO) and counseling to improve understanding of treatment instructions. The general objective of this study was to determine the effect of drug information service and counseling on the level of medication adherence in patients with diabetes mellitus (DM) with hypertension in the Banjarbaru Regional Hospital. This study uses a quasi experimental method with a cross sectional approach and takes patient data prospectively. The results of this study indicate that the group given PIO and counseling showed a high level of adherence as many as 20 respondents (100%). Whereas in the group that was not given PIO and the counseling level of adherence was low, there were 4 respondents (20%). Based on the mann-whitney analysis p-value = 0,000 (<α = 0.05) so that there are differences in the group with PIO and counseling with groups without PIO and counseling, while the chi square analysis p-value = 0.004 (<α = 0 , 05) so that PIO and counseling have a significant effect on the level of adherence to taking medication in patients with DM with hypertension at the Banjarbaru Regional Hospital.

References

Adib, M. 2011. Pengetahuan Praktis Ragam Penyakit Mematikan yang Paling Sering Menyerang Kita. Buku Biru. Yogyakarta.

Bustan, M.N. 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Cetakan 2 Rineka Cipta. Jakarta.

Insani, W. N., Lestari, K., Abdulah, R., Ghassani, S. K. 2013. Pengaruh Pelayanan Informasi Obat terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. 2(4) : 127-135.

International Diabetes Federation. 2014. International Diabetes Federation. 6th ed.

Irawan, D. 2010. Prevalensi dan Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia. Thesis. Universitas Indonesia. Jakarta.

Kemenkes, RI. (2013). Infodatin. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Diabetes Melitus, Jakarta.

Kurniapuri, A. 2015. Pengaruh Pemberian Informasi Obat Antihipertensi Terhadap Kepatuhan Minum Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode November 2014. Majalah Farmaseutik. 11(1).

Saepudin., Padmasari, S., Hidayati, P., Ningsih, E.S. 2013. Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas. Jurnal Farmasi Indonesia. 6(4): 246-253.

Wahyuni, S. 2010. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Penyakit Diabetes Melitus Daerah Perkotaan di Indonesia Tahun 2007. Skripsi.UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Yulianto R. A., Sarbini D., Widaningsih E. N. 2010. Perbedaan Karakteristik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Komplikasi Hipertensi dan Tanpa Komplikasi Hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan 3(2): 189-200.

Published
2020-10-27
How to Cite
Rahmatullah, S., Nurrahma, I., & Syahrizal, A. (2020). PENGARUH PEMBERIAN PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN KONSELING TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH IDAMAN BANJARBARU. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 5(2), 240-249. https://doi.org/10.36387/jiis.v5i2.462
Section
Artikel